Selasa, 04 November 2014

sistem informasi akuntansi

Pengertian dan Tujuan dari Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Bodnar dan Hopwood yang diterjemahkan oleh A.A. Jusuf (2000, p1), pengertian sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
Sedangkan menurut Rama dan Jones (2003, p5), mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai subsistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, seperti informasi yang dihasilkan dari proses rutin transaksi akuntasi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan.
Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Mulyadi (2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam penyusunannya, yaitu :
1.      Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
2.      Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah.
3.      Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
4.      Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.


Menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi akuntasi adalah :
1.      Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen. Kepengurusan merujuk ke tanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber daya ke pemakai eksternal melalui laporan keuangan tradisional dan laporan-laporan yang diminta lainnya. Secara internal, pihak manajemen menerima informasi kepengurusan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
2.      Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi memberikan para manajer informasi yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
3.      Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personel operasi untuk membantu mereka melakukan tugas mereka setiap hari dengan efisien dan efektif. adalah untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas kegiatan operasional perusahaan, khususnya dalam proses arus informasi akuntansi.






 

 

 

 

 

 

Pembahasan

Sistem informasi akuntansi berbasis KOMputer

Sistem Informasi Akuntansi pada masa sekarang ini sangat berkaitan dengan fungsi layanan komputer. Berbagai aktivitasnnya seperti pemprosesan data, administrasi basis data,dan yang lainya dapat diatur dalam sejumlah cara yang berbeda dengan layanan komputer

Keunggulan Sitem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer

            Sistem informasi akuntansi dalam perusahaan yang sudah didukung oleh teknologi informasi (SIA berbasis komputer) merupakan bagian dari sistem yang ada yang dapat memberikan informasi bagi semua tingkat manajemen, mulai dari manajemen tingkat atas (Top Level Management) seperti direktur dan Eksekutif, manajemen menengah (Midle Level Management) seperti kepala cabang, divisi serta manajemen tingkat bawah (Lower Level management) seperti mandor, supervisor.

Adapun unsur-unsur yang ada dalam fungsi layanan computer adalah:
1.            Pemrosesan Data Terpusat (centralized data processing)
Semua data dilakukan oleh satu atau lebih computer besar yang ditempatkan di sebuah lokasi pusat dan melayani para pengguna di seluruh perusahaan. Fungsi layanan computer biasanya diperlakukan sebagai pusat biaya yang biaya operasionalnya dibebankan kembali kepada para pengguna akhirnya.

2.            Administrasi Basis Data
Perusahaan yang diatur secara terpusat memelihara sumberdaya datanya dalam lokasi terpusat yang digunakan bersama oleh pengguna akhir.

3.            Pemrosesan Data
Kelompok pemrosesan data mengelola sumberdaya computer yang digunakan untuk pemrosesan rutin transaksi. Ini terdiri atas berbagai fungsi organisasional berikut:


a.       Pengendalian data ( data control ): sebagai perantara antara pengguna akhir dengan pemrosesan data.
b.      Konversi data (data conversion): menyalin data transaksi dari bentuk dokumen kertas ke dalam media magnetis / disket yang sesuai untuk diproses oleh computer.
c.       Perpustakaan data(data library ):Ruang yang bersebelahan dengan pusat computer dan yang menyediakan tempat penyimpanan yg aman bagi file data yang tidak aktif
Kegiatan pemrosesan data dilakukan oleh sistem informasi akuntansi (SIA/AIS) yang mengumpulkan data dari aktivitas perusahaan, merubahnya menjadi informasi dan menyediakan informasi tersebut bagi pengguna sisteminternal dan eksternal perusahaan. Pada tahap ini data dikumpulkan dari seluruh sistem fisik dan lingkungan, dimasukkan ke dalam database. Perangkat lunak pengolahan data mengubah data menjadi informasi untuk manajemen perusahaan perorangan danorganisasi dilingkungan perusahaan.
Pengolahan data mempunyai enam tugas utama, yaitu :
1.    Pengumpulan data
Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa ke lingkungan, setiap kegiatan dijelaskan
oleh sebuah record data. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan
setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

2.    Manipulasi data
Operasi manipulasi data yang mengubah data menjadi informasi, meliputi :
a.       Pengklasifikasian (Classifying)
b.      Penyortiran  (Sorting)
c.       Penghitungan (Calculating)
d.      Perangkuman (Summarizing)




3.    Penyimpanan data
Data disimpan pada media penyimpanan sekunder, dan dapat diambil sewaktu-waktu dibutuhkan. Data saling terintegrasi secara logis hingga membentuk database. Hampir semua data yang tersimpan dalam database merupakan data akuntansi.

4.    Penyiapan dokumen
SIA menghasilkan output yang digunakan oleh internal dan eksternaal perusahaan. Output dikeluarkan dengan dua cara :
a.       By action, output dihasilkan ketika terjadi sesuatu. Misalnya pembuatan tagihan setiap kali pelanggan melakukan pemesanan.
b.      By a time schedule, output dihasilkan berdasarkan waktu-waktu tertentu. Misalkan pembayaran gaji karyawan setiap minggu.

5.    Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem
Kebutuhan sistem informasi para pengguna dipenuhi melalui dua fungsi yang saling berhubungan. Para partisipan dalam pengembangan sistem meliputi :
§  Professional sistem meliputi analisis sistem, desainer basis data, dan pemograman yang mendesain dan membangun sistem. Hasil usaha mereka adalah sistem informasi yang baru.
§  Pengguna akhir adalah bagi siapa sistem dibangun. Mereka adalah para manajer yang menerima lpaoran dari sistem dan para personel operasional yang bekerja secara langsungdengan sistem tersebut sbagai tanggungjawab harian mereka.
§  Pemegang kepentingan adalah orang-orang yang memiliki kepentingan atas sistem tersebut tapi bukan pengguna akhirnya. Meliputi: akuntan,auditor internal dan eksternal, dan pihak lain yang mengamati perkembangan sistem.

6.    Pemrosesan Data Terdistribusi
Alternative dari model terpusat adalah konsep pemrosesan data terdistribusi ( distributed data processing - DDP). DDp melibatkan pengaturan ulang fungsi layanan computer menjadi unit pemrosesan informasi (information processing unit – IPU) kecil yang didistribusikan ke para pengguna akhir dan ditempatkan di bawah kendali mereka. IPU dapat didistribusikan berdasarkan fungsi bisnis, lokasi geografis. Dalam tahun-tahun terakhir ini, DDP telah menjadi kemungkinan ekonomi dan operasional dan telah mengubah secara revolusioner operasi bisnis.
Kelemahan DDP :
§  Hilangnya kendali
§  Perusakan jejak audit
§  Pemisahan pekerjaan yang tidak memadai
§  Peningkatan potensi kesalahan pemograman dan kegagalan sistem
§  Kurangnya standart
Keuntungan DDP :
§  Penghematan biaya
Mikrokomputer dan minicomputer yang canggih tetapi mahal,yang dari segi biaya efektif untuk melakukan fungsi khusus, telah mengubah nilai nilai ekonomi pemrosesan data secara dramatis. Perpindahan ke DDP dapat mengurangi biaya dalam dua area lainnya:
1.      Data dapat dimasukkan dan diedit dalam IPU, dan
2.      Kompleksitas aplikasi dapat dikurangi.

§  Peningkatan kepuasan pengguna
Hal ini didasarkan dari tiga area kebutuhan yang seringkali dibiarkann tak terpenuhi dalam pendekatan terpusat:
1.      Pengguna berkeinginan untuk mengendalikan sumberdaya yang mempengaruhi profitabilitasnya
2.      Pengguna menginginkan professional sistemyang responsive sesuai situasi pengguna.
3.      Pengguna ingin terlibat lebih aktif dalam pengembangan dan implementasi sistem yang digunakannya.
§  Peningkatan efisiensi operasional.
Dengan melihat keterkaitan antara Sistem Informasi Akuntansi dengan layanan komputer maka dapat dikatakan bahwa sekarang sistem informasi akuntansi sudah berbasis komputer. Maka dari itu harus dibahas juga tentang basis data, modelling dan aplikasi yang merupakan komponen pengolahan data didalam sistem informasi akuntansi berbasis komputer.

MODEL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

§  Model Proses Manual
Adalah bentuk sistem yang paling tua dan paling tradisional. Sistem ini terdiri dari berbagai kegiatan, sumberdaya, dan personel fisik yang merupakan ciri banyak proses bisnis. Meliputi: pencatatan pesanan, penggudangan bahan baku, produksi barang untuk dijual,pengiriman barang ke pelanggan, penempatan pesanan ke pemasok.
§  Model File Datar
Menjelaskan sebuah lingkungan dengan file data yang tidak saling berhubungan dengan file lainnya. Para pengguna akhir dalam lingkungan ini memiliki sendiri file datanya sebagai ganti berbagi dengan para pengguna lainnya. Jadi, pemrosesan datanya dilakukan oleh aplikasi yang berdiri sendiri dan bukan melalui sistem terintegrasi.
Masalah signifikan dalam file datar adalah:
a.       Penyimpanan data : sistem informasi yang efisien hanya menangkap dan menyimpan data sekali serta membuatnya menjadi sebuah sumber yang tersedia bagi semua pengguna yang membutuhkannya.

b.      Pembaruan data : perusahaan memilki banyak sekali data yang disimpan dalam berbagai file dan yang membutuhkan pembaharuan berkala untuk mencerminkan berbagai perubahan.
c.       Kekinian informasi : jika informasi yang baru tidak disebarkan secara tepat, perubahan tersebut tidak akan tercermin dalam data pengguna, hingga mengakibatkan adanya keputusan yang didasarkan pada informasi yang kadaluwarsa.
d.      Dependensi pekerjaan-data : adalah ketidakmampuan penggunanya untuk mendapatkan tambahan informasi ketika kebutuhan pengguna tersebut berubah.
e.       File flat membatasi integrasi data : strukturisasi semacam ini dapat tidak memasukkan atribut data yang berguna bagi pengguna lainnya, sehingga menghambat keberhasilan integrasi data di perusahaan.


§  Model Basis Data
Perusahaan dapat mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan file datar dengan mengimplementasikan model basis data untuk manajemen data. Akses ke sumber daya data dikendalikan melalui sistem manajemen basis data (database management sistem-DBMS). DBMS adalah peranti lunak sistem khusus yang deprogram untuk mengetahui elemen data mana yang penggunanya memiliki hak untuk mengaksesnya.
§  Model REA (Resource Event Agent)
REA adalah model bagaimana sebuah sistem akuntansi dapat kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya diusulkan pada tahun 1982 oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen.
REA adalah model yang populer dalam sistem informasi akuntansi (SIA). Tapi ini jarang terjadi pada praktik bisnis-perusahaan tidak dapat dengan mudah membongkar sistem warisan mereka untuk memenuhi tuntutan radikal REA's.
Model REA menghilangkan objek akuntansi banyak yang tidak diperlukan dalam usia komputer. Yang paling terlihat dari ini adalah debit dan kredit-double-entry pembukuan menghilang dalam sistem REA. Banyak buku besar umum juga menghilang, setidaknya sebagai obyek persisten, - misalnya, piutang atau hutang. Komputer dapat menghasilkan account tersebut secara real time menggunakan catatan sumber dokumen.
Model REA adalah suatu alat pemodelan konseptual yang khusus dirancang untuk
melengkapi struktur dalam perancangan database SIA. Dalam model REA ditentukan:
entity apa yang harus disertakan dalam database SIA dan bagaimana susunan
relationship antara entity dalam database SIA.
Tipe entity dalam model REA dibedakan dalam tiga kategori, yaitu:
1.      Resources,
2.      Events
3.      Agents.

Resources didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomis bagi organisasi tersebut. Contoh resources adalah kas, inventaris, peralatan, persediaan, gudang, pabrik, dan tanah.
Events menunjukkan aktivitas-aktivitas bisnis, dimana manajemen ingin mengumpulkan informasi untuk tujuan perencanaan pengawasan. Sebagai contoh, aktivitas penjualan akan mengurangi persediaan dan aktivitas penerimaan kas akan menambah jumlah kas. SIA harus dirancang untuk memperoleh dan menyimpan informasi aktivitas tersebut
Sedangkan Agents adalah orang dan organisasi yang berpartisipasi dalam aktivitas dan kepada siapa informasi diserahkan untuk tujuan perencanaan, pengawasan, dan pengevaluasian. Contoh agent adalah pengawai, pelanggan, dan pemasok.
1.      ERD (Entity Relationship Diagram)
Model Entity Relationship diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen pada tahun 1976. Model ini dirancang untuk menggambarkan persepsi dari pemakai dan berisi obyek-obyek dasar yang disebut entity dan hubungan antar entity-entity tersebut yang disebut relationship. Pada model ER ini semesta data yang ada dalam dunia nyata ditransformasikan dengan memanfaatkan perangkat konseptual menjadik sebuah diagram, yaitu diagram ER ( Entity Relationship)
Diagram Entity-Relationship melengkapi penggambaran grafik dari struktur logika. Dengan kata lain Diagram E-R menggambarkan arti dari aspek data seperti bagaimana entity-entity, atribut-atribut dan relationship-relationshipdisajikan. Sebelum membuat Diagram E-R , tentunya kita harus memahami betul data yang diperlukan dan ruang lingkupnya. Di dalam pembuatan diagram E-R perlu diperhatikan penentuan sesuatu konsep apakah merupakan suatu entity, atribut atau relationship.
            Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual representasi data. Entity-Relationshipadalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem. Dimana sistem  seringkali memiliki basis data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down. 


2.      Sistem ERP
Perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resourse planning) adalah model sistem informasi yang memungkinkanperusahaan mengotomatiskan dan mengintegrasikan berbagaia proses bisnis utamanya. Implementasi sistem ERP dapat berupa pengambilalihan besar-besaran, hingga dapat memakan waktu beberapa tahun. Karena kompleksitas dan ukurannya, sedikit perusahaan yang bersedia atau dapat menyediakan sumber daya keuangan serta fisik dan menanggung resiko untuk mengembangkan sistem ERP secara internal. Jadi, semua ERP adalah produk komersial. Paket peranti lunak ERP sangatlah mahal,tetapi penghematan dari segi efisiensi akan sangat signifikan.

APLIKASI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

            Aplikasi dalam sistem informasi akuntansi terbagi menjadi 2 yaitu, Aplikasi siklus pendapatan dan pegeluaran serta Aplikasi siklus prosuksi dan keuangan. Berikut ini adalah penjelasan keduanya

APLIKASI SIKLUS PENDAPATAN & PENGELUARAN

§  Aplikasi Siklus Pendapatan. 

Siklus pendapatan bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang dimiliki oleh perusahaan dengan kas yang dimiliki oleh konsumen. Perusahaan yang masih menggunakan system proses manual , dokumennya berbentuk hardcopy.Sistem pemprosesan terkomputerasi memudahkan dalam pencatatn peneluaran dan pendapatan Tujuan perusahaan dalam pelaksanaan siklus pendapatan :

1.      Mencatat permintaan penjualan agar tepat dan akurat
2.      Memverifikasi kelayakan kredit konsumen
3.      Mengirimkan barang atau memberikan jasa tepat waktu sesuai dengan perjanjian
4.      Melakukan penagihan kepada konsumen pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar
5.      Membukukan penjualan dan penerimaan kas kedalam akun konsumen dengan tepat
6.      Mengamankan kas sampai dilakukan penyetoran barang

§  Aplikasi Siklus Pengeluaran. 
Siklus ini memproses transaksi yang menggambarkan peristiwa ekonomi berikut : permintaan barang, penerimaan barang, mencatat kewajiban untuk membayar barang, dan membayar untuk barang itu. Pada siklus ini, sistem akuntansi yang didasarkan pada komputer menggunakan empat aplikasi :
1.    Aplikasi pembelian.
2.    Aplikasi penerimaan.
3.    Aplikasi surat bukti.
4.    Aplikasi disbursemen kas.
Tujuan system pengeluaran yaitu:
1.    Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.    Menerima barang dalam kondisi baik.
3.    Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar.Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat.
4.    Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat.
5.    Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.

 

APLIKASI SIKLUS PRODUKSI & KEUANGAN

Aplikasi siklus produksi dan keuangan. Siklus produksi memproses transaksi akuntansi yang mencatat empat peristiwa ekonomi diantaranya permintaan barang dan jasa oleh pelanggan, pengiriman barang atau jasanya, permintaan pembayaran, dan tanda terima pembayaran.
Aplikasi - Aplikasi Siklus Produksi 
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
§  Perancangan Produk 
Desain produk dapat didefinisikan sebagai generasi ide, pengembangan konsep, pengujian dan pelaksanaan manufaktur (objek fisik) atau jasa. Desainer produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, membuat mereka nyata melalui produk dalam pendekatan yang lebih sistematis. Peran seorang desainer produk meliputi berbagai karakteristik manajer pemasaran, manajer produk, industri dan desain insinyur perancang.


§  Perencanaan dan Penjadwalan
Perencanaan dan penjadwalan adalah satu kegiatan yang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dalam organisasi pemeliharaan dan untuk mencapai pemeliharaan tingkat dunia.
§  Operasi Produksi 
Operasi adalah kegiatan merubah bentuk bukan pada hasilnya. Kegiatan operasi dapat dilakukan oleh lembaga pencari laba, misalnya perusahaan mebel, jasa angkutan, dan lembaga bukan pencari laba, misalnya panti asuhan. Pengertian dari produksi adalah kegiatan menghasilkan barang untuk tujuan memperoleh keuntungan
§  Akuntansi Biaya
Suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang.
Aplikasi Siklus Keuangan
Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan. Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :
§  Sistem Pemilikan
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan kepemilikan adalah kekuasaan yang didukung secara sosial untuk memegang kontrol terhadap sesuatu yang dimiliki secara eksklusif dan menggunakannya untuk tujuan pribadi. Jadi sistem pemilikan adalah sebuah komponen atau elemen yang dimiliki secara eksklusif serta memegang kontrol terhadap sesuatu.
§  Sistem Catatan Jurnal
Pencatatan transaksi keuangan. Transaksi meliputi penjualan, pembelian, pendapatan, dan pengeluaran oleh perseorangan maupun organisasi. Pembukuan biasanya dilakukan oleh seorang ahli pembukuan.
§  Sistem Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
1.    Laporan neraca
2.    Laporan laba/rugi
3.    Laporan Perubahan Ekuitas
4.    Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa Laporan arus kas atau Laporan arus dana
5.    Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan














Sumber :

tugas SDM__Menteri Kemaritiman



MENTERI KEMARITIMAN
Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M. Sc.
Biodata     :
Nama Lengkap            : Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M. Sc.
Tanggal Lahir              : 27 Maret 1955
Nama Istri                   : Dr Ir Nining Sri Astuti MA
Nama Anak                 :
·         Ostiawan Yudiantoro SE Ak
·         Dwiyani Indraningsri SS
·         Trihandoyo
Riwayat Pendidikan:
  • S1, Institut Teknologi Bandung, Teknik Geologi, 1979
  • S2, Universitas Michigan, Amerika Serikat , Penginderaan Jauh, 1981
  • S3, Universitas Lowa, Amerika Serikat , Geologi Penginderaan Jauh, 1987
  • Remote Sensing Satellite Ground Station Management Training, Canada, 1992
Riwayat Pekerjaan:
  • Pegawai BPPT , 1987
  • Kepala Sub Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) Matra Dirgantara BPPT , 1995 – 1997
  • Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut , Departemen Kelautan dan Perikanan, 1999
  • Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan / BRKP , 2001 – 2008
  • Sesmenkokesra, 2008 – 2011
  • Dirjen United Nation – Food and Agricultural Organization , Perserikatan Bangsa-Bangsa, 2012 – Sekarang
  • Menteri koordinator Kemaritiman, 2014-2019
Prestasi dan Penghargaan:
- Worldwide Permina Foundation Award USA ( 1980 )
– Indonesian Cultural Foundation Award USA ( 1981 )
– Isabel-Demple Foundation Award USA ( 1984 )
– Member, Sigma XI, Scientific Research Honor Society USA ( 1987 )
– Adhicipta Rekayasa Persatuan Insinyur Indonesia ( 1993 )
– Satya Lencana Pembangunan RI ( 1995 )
– Who’s Who of The World ( 1998 )
– Satya Lencana Karya Satya X Tahun ( 1999 )
– Bintang Ajasa Utama ( 1999 )

Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M. Sc. yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri koordinator Kemaritiman dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Merdeka, Minggu (26/10/2014). Pria yang sebelumnya memegang jabatan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (BRKP) tahun 2008 ini merupakan kakak ipar dari Sri Mulyani, eks Menteri Keuangan yang kini menjabat Managing Director Bank Dunia.
Suami dari Dr. Ir. Nining Sri Astuti MA ini memang memiliki jejak rekam di dunia maritim yang mengental dan terkenal sebagai pakar remote sensing (penginderaan jauh) serta kelautan. Dia pernah menjabat Direktur Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Food and Agricultural Organization (FAO), khususnya di sektor Perikanan dan Akuakultur sejak tahun 2012.
Selama menjadi ketua BRKP, Indroyono pernah membahas mengenai pemberian nama bagi 10 ribu pulau di Indonesia. Pemberian nama ini dianggap penting sebagai bagian dari batas laut yang harus diserahkan ke PBB.
Berikut adalah profil dan biodata Indroyono yang akan mengawal seluruh sektor maritim di Indonesia ini, berdasarkan berbagai sumber.

Kehidupan awal
Indroyono Soesilo lahir di Bandung, Jawa Barat, 27 Maret 1955. Ia merupakan putra Soesilo Soedarman, mantan Menparpostel dan Menkopolkam di era pemerintahan Soeharto. Adiknya adalah Triharyo Indrawan Soesilo, President & CEO Supreme Energy serta mantan Direktur Utama PT Rekayasa Industri dan Komisaris Pertamina.
Kepakaran Indroyono di bidang penginderaan jauh (remote sensing) sudah dipupuk sejak Indroyono masih duduk di bangku SLTA di Maryland, USA. Pada satu kesempatan, ia menyaksikan slide kegiatan eksplorasi tambang tembaga di Tembagapura, Irian Jaya (Papua). Teknologi canggih yang dilihatnya itu digunakan untuk menggali kekayaan alam Indonesia.
Sejak itu, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 27 Maret 1955 ini bertekad untuk menerapkan teknologi tersebut agar dapat memantau semua kekayaan alam Indonesia lewat satelit. Itulah sebabnya, ia memilih bidang remote sensing saat mengambil gelar master di Universitas Michigan, USA.
Setelah lulus dengan gelar M.Sc pada tahun 1981, alumni ITB 1979 jurusan Teknik Geologi ini tidak langsung pulang ke Tanah Air melainkan terus memperkuat ilmu ke jenjang S3 di Universitas Iowa, USA. Ia mengambil bidang Geologic Remote Sensing atas biaya Perusahaan Minyak Nasional (Permina) Foundation hingga tahun 1987. Pengalaman kerja di laboratorium dan menjadi Chief Assistant Prof. Richard Hoppin selama menempuh studi di Iowa University makin memotivasinya untuk segera menerapkan ilmunya di Tanah Air.

Karir
Setelah pulang ke Tanah Air, suami dari pakar ekonomi UMKM Dr Ir Nining Sri Astuti MA ini mulai meniti karirnya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Indroyono sebenarnya sempat ditawari kerja dengan gaji US$ 30.000 per tahun di AS. Namun, ia lebih memilih menjadi pegawai negeri di lingkungan BPPT dengan gaji yang sangat pas-pasan. Menurut dia, gaji kecil bukan masalah, yang penting hasil-hasil karyanya bisa berguna bagi bangsa Indonesia.
Perlahan tapi pasti, ia mulai merintis pengembangan program remote sensing di lingkungan BPPT dan membangun industri jasa penginderaan jauh di Indonesia. Ia pernah menjadi anggota tim pembangunan stasiun bumi satelit remote sensing di Pare-Pare, Sulawesi Selatan dan ikut mendukung pembangunan 120 pusat pengolahan data satelit remote sensing di Indonesia (1987-1992).
Peluang untuk membangun teknologi remote sensing di Indonesia semakin terbuka lebar tatkala ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Sub Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) Matra Dirgantara BPPT dari tahun 1995-1997. Ia diberi tugas pokok mengembangkan aplikasi teknologi remote sensing dan GIS BPPT. Karirnya pun terus menanjak dengan menduduki jabatan Direktur Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam BPPT dan Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam.
Pada tahun 1999, Indroyono kemudian berkiprah di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dengan menjadi Dirjen Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut. Jabatan terakhirnya di DKP adalah Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) yang diemban dari tahun 2001-2008.
Setelah itu, ia diangkat menjadi Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra) Republik Indonesia pada 20 Juni 2008, menggantikan Prof Dr A Qodri Azizy MA yang meninggal dunia pada 19 Maret 2008.
Pada tahun 2011, Indroyono dipercaya pemerintah untuk mengikuti pemilihan Direktur Jenderal FAO (Food and Argiculture Organization) periode 2012-2015 yang berlangsung di Roma pada 25 Juni-2 Juli 2011. Indroyono maju mewakili Indonesia dan negara Asean bersaing dengan 4 kandidat lain yang berasal dari Austria, Brasil, Iran dan Irak.
Ia dianggap layak mewakili Asean karena memiliki setumpuk pengalaman dan prestasi di tingkat regional dan internasional. Ia pernah menjadi wakil ketua dalam APEC Senior Official Meeting yang membahas isu-isu kelautan di tahun 2005.
Ia termasuk inisiator dalam pembentukan Rencana Aksi Daerah Mengenai Pemancingan yang Bertanggung Jawab, melibatkan 10 negara di kawasan Asean serta Australia (2007) ; pernah memimpin pengelolaan konservasi sumber daya kelautan dari APEC Working Group pada 2006-2008 ; dan menjadi Ketua Delegasi Indonesia dalam konferensi-konferensi baik di tingkat regional maupun internasional.
Di samping itu, Indroyono juga aktif dalam sejumlah organisasi internasional, antara lain anggota Geological Society of America ; American Society for Photo-grammetry and Remote Sensing ; American Geophysical Union dan lain-lain. Pendiri sekaligus ketua umum pertama Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) ini sudah melakukan lebih dari 58 kali kunjungan luar negeri untuk menjalin kerja sama iptek dengan negara-negara mitra. Di tingkat nasional, ia juga menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Oseanolgi Indonesia (ISOI) periode 2008-2011.

kebijakan
Dalam rencana Jokowi, ada 5 program kemaritiman yang akan dijalankan pada tahun depan. Program utama yang akan dilakukan adalah penguatan budaya maritim. Kedua meletakkan nelayan sebagai pilar kedaulatan pangan. Ketiga, tentang infrastruktur maritim.

Keempat pembentukan Kementerian Maritim dan menciptakan keamanan laut yang terintegrasi. Kelima adalah diplomasi maritim.
Rencana kemenko kemaritiman untuk membuka data kapal ikan dan perusahaan penangkap ikan kepada TNI AL dan publik dianggap bakal banyak membantu upaya penanggulangan illegal fisihing. Kebijakan itu akan membantu TNI AL dalam mengidentifikasi dan menindak pelaku pencurian ikan di laut Indonesia. Kepala Staff Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio mengakui, kendala terbesar dalam penindakan illegal fishing antara lain identifikasi kapal yang menyalahi aturan izin penangkapan ikan.  Nantinya, lanjut Marsetio, data yang memuat jenis kapal, tenggat waktu perizinan, dan soal FMS (fisheries monitoring system) yang dikeluarkan kemenko kemaritiman dan kementerian terkait bisa digunakan TNI AL. Sehingga hal ini akan memudahkan aparat penegak hukum dalam menindak adanya praktik illegal fishing," kata Marsetio saat berkunjung ke Pelabuhan Samudera Perikanan Cilacap, Sabtu (1/11). Pada praktiknya, ungkap Marsetio, tidak sedikit perusahaan penangkap ikan yang menyalahi aturan dengan menurunkan lebih dari satu kapal. Padahal, perusahaan tersebut hanya mengantongi izin untuk satu kapal. Selain itu ada pula kapal penangkap ikan 'bodong' yang FMS-nya dimatikan agar tidak terdeteksi oleh penegak hukum. "Nah pihak-pihak seperti ini yang harus dibenahi dan perusahaan-perusahaan seperti itu yang mesti dihukum dan diberi penalti, kalau perlu di-black list," lanjut Marsetio. Namun, kata dia, tidak akan ada penambahan personil terkait upaya penanggulangan illegal fishing yang terjadi dalam waktu dekat. Biasanya dalam sehari setidaknya ada 60 hingga 70 kapal perang yang berpatroli di seluruh kawasan perairan Indonesia.  Kita optimalkan dan maksimalkan dengan jumlah personil. Saya kira dengan jumlah personil yang ada sudah cukup," kata Marsetio. Sebelumnya, Menko Kemaritiman Indroyono Susilo, menyatakan, kegiatan berupa pembukaan data kapal dan perusahaan penangkap ikan merupakan tahap awal dari upaya menangani illegal fishing.  Indroyono berharap, dengan akses itu, masyarakat bisa memberikan masukan dan laporan terkait perusahaan atau pihak yang diduga menyalahi aturan dan melakukan illegal fishing.  "Ini terus berlanjut, yah, nanti publik bisa menilai dan memberi masukan pihak-pihak yang melanggar," tutur Endriyono. Menko Indroyono mengajak kepada para nelayan untuk melestarikan mangrove ini, terutama yang di Cilacap yang luasnya mencapai 32 ribu hektar, yang kini luasannya tinggal 600 hektar, untuk terus dijaga dan dilestarikan bahkan mungkin ditingkatkan lagi. Hal ini sangat penting karena disamping menyerap carbon dan menghasilkan oksigen, keberadaan hutan mangrove juga sebagai tempat pemijahan berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya. Kalau mengrovenya bagus, maka ikannya tentu akan semakin banyak. Tidak itu saja, buah mangrove juga dapat dibuat berbagai jenis makanan olahan, seperti jenang, dodol dan lain-lain.
SUMBER       :